CORONA, Politik Sampai ke Bisnis Kapitalistik dan Momen Agama ( Bagean ke 2 )



Memahami mutasi penyakit seperti halnya mutagen pada virus Corona yang turunan dari virus sebelumnya, bisa terjadi secara alami maupun rekayasa. Disinyalir bahwa Covid 19 adalah mutagen yang di bawa oleh ular, ada juga yang bilang dari kelelawar. Namun isu rekayasa genetika dan kebocoran soal laboratorium biology di Wuhan tak bisa di hindarkan dari konteks pembicaraan publik. Dunia yang sebagean juga terbangun dari hal hal yang berasal dari pembuktian filologis dan bahasa literal, tentu menjadi sangat rasional apabila pembacaan non material dari proses alami kehidupan tak bisa di hindari.


Demikian pula dengan politik, bisakah kita menghindar pembacaan publik kepada politik apabila itu menyangkut masyarakat? Namun kajian saya ini masih akan saya batasi dengan pembahasan yang menjadi bidang saya yaitu science dan filosofinya. Dalam prinsip prinsip matematika ada yang kita kenal dengan angka genap, bilangan genab dimulai dari angka nol, sedangkan nol sendiri dalam sejarah matematika kuno bukanlah angka pertama atau awal. Kita lihat angka Romawi dimulai dari satu, bangsa Mesir kuno sebelum masehi atau tepatnya 3000 SM mengenal numeral hieroglyphology dengan tulisan hierogliphs dimulai dengan gambar angka satu, berbentuk seperti tongkat, dan angka kelipatan sepuluh dengan gambar tertentu seperti burung, sampai manusia dengan posisi menengadahkan dua tangan ke atas sebagai simbol angka sepuluh pangkat enam. Dan pada akhirnya perkembangan berhitung orang Mesir kuno ini menjadi Aritmatika dasar sampai kepada ilmu Hearatik.


Akan tetapi benarkah angka dimulai dari genap? dan benarkah nol itu bilangan genap? paradoksal angka nol menjadi menarik saat kembali pada kesepakatan atau konvensi seperti bilangan genap yang tidak sesuai dengan angka nol. Pada pembuktiannya bahwa angka nol tidak dianggap genap dan juga ganjil. Paradoksal aturan tersebut menjadi tidak benar jika nol bukan bilangan genap, setidaknya ada studi yang menegaskan bahwa angka genap yang dipahami sebagai bilangan bulat atau kelipatan dua, dan nol dikalikan angka berapapun tetap nol, demikian pula dengan hukum nol yang ditambahkan atau dikurangkan dengan angka yang sama akan nol. 


Dari uraian diatas adalah simbolisasi sebagean masalah de-reduksi virus Corona yang tidak bisa dilepaskan dari ambiguitas angka valid, dari satu soal saja tentang konvesi nilai yang dimulai dari angka satu dan di akhiri dengan tak terhingga. Angka satu juga pilihan konvensi, coba bayangkan bahwa dari deret angka yang menjadi konvensi itu juga tidak benar-benar dimulai dari satu. Begitu juga dengan keputusan atau disebut dengan Entscheidungsproblem, dalam prinsip mathematika yang disebutkan oleh Gödel; adalah bahwa hanya dengan mewakili fitur-fitur fundamental tertentu dari bilangan bulat positif sajalah (fakta-fakta dasar seperti komutatif, distribusi, hukum induksi matematika), mereka tanpa sadar membuat formal sistem mereka yang melampaui ambang kunci yang membuatnya disebut universal, atau di terima secara logis. Henri Poincaré dalam sebuah jurnal juga mengutip, yang dapat dikatakan, mampu mendefinisikan fungsi-fungsi teoretis angka yang meniru pola-pola lain yang semena-mena secara kompleks, sehingga Rosseau sebagai bapak kontrak sosial juga mempelajari prinsip prinsip matematika ini sebagai kemajuan sematik; Logika tidak harus menjawab hal hal yang menjadi paradosal semantik (atau bahkan mampu membalikkan dan meniru dirinya sehingga menimbulkan kekuatan luar biasa dari sistem, dalam arti tertentu, dieksploitasi, bukan hanya sekedar dari setting matematika n+1 )


Ahli Kosmologi menciptakan galaksi virtual, mereka melepaskannya, dan menyaksikan apa yang terjadi saat mereka bertabrakan satu sama lain membentuk dimensi baru. Ahli Biologi membuat protein virtual dan melihatnya bisa merekayasa angka angka sesuai dengan kimia maya yang kompleks dari submolekul penyusunnya. Dua-duanya bisa terjadi dalam waktu yang sama dan bersamaan. Boleh jadi manusia memiliki ketahanan formal dalam ilmu sosial, sehingga pada momen tertentu, mereka bisa menyerahkan sepenuhnya pada scientiest menghitung kalkulasi yang tepat, kapan bisa aman berada di luar ruangan, dengan cara apa, dan bisakah kondisi tersebut menstabilkan kebutuhan sosial yang lama kelamaan akan kembali pada posisi sebelumnya yaitu pengendali dan pengontrol alam?


Ilmu sosial pada dataran ini tak akan dominan menfungsikan pengambil Entscheidungsproblem, mereka menunggu waktu yang tepat di kondisi kondisi yang tepat pula atau aman secara scientiest. Pembatasan secara hati-hati manusia dalam scope global. Ini pernah terjadi di Gereja pada masa pertengahan. Mereka mengelola politik dan bisnisnya sendiri seperti yang terjadi pada gejala matematis yang saya jelaskan di atas, mereka menyebutnya Church-Turing, ini lebih radikal dibandingkan pembatasan yang hati-hati pada manusia, yang masih tetap bekerja untuk memerintah, analisisnya adalah bahwa pembatasan yang menyeluruh dan terperinci adalah tentang bagaimana menghitung manusia, dengan argumen untuk melegitimasi keterbatasan mereka tanpa gereja.


Ukuran yang dijadikan pertimbangan tentu bukan berdasarkan pada ruang dan ukuran fisik, tetapi pada manusianya, bagaimana memori dan keadaan pikiran mereka dalam sebuah gejala atau simptom sosial yang sedang terjadi. Aneh bila organisasi yang berlabel Islam ataupun gerakan ekonomi atau mungkin perusahaan seperti BUMN tidak mencontoh momen seperti halnya Church turing class ini, bahwa Gereja tidak hanya mengutip model ini dalam ulasannya, tetapi sebaliknya menggambarkan kalkulator manusia sebagai kasus tertentu yang tampaknya lebih umum. Saat ini, pernyataan Gereja tentang apa yang dapat dihitung dengan mesin bisa saja sewenang-wenang, menekankan sifat umumnya dan mengkarakterisasi dalam hal ruang dan ukuran yang tidak sesuai dengan perilaku agama, akan tetapi di abad pertengahan justru mereka bisa mengakomodasikan kelemahan fisik mereka karena musibah besar ( pada saat itu adalah penyakit kusta dan kolera ) menjadi bentuk tatanan peradaban baru Gereja.


Bersambung__

Comments

Popular Posts